Lapis Singkong (Ongol-ongol)

Niat hati ingin meramaikan NCC-Panlok, untuk itu saya mencoba menghadirkan salah satu panganan yang bernama ongol-ongol. Siapa yang tidak kenal makanan satu ini. Berciri khas manis, warna-warni, dengan tekstur yang kenyal dan lembut.

Belum jelas dari mana makanan daerah ini berasal, ada yang bilang makanan ini merupakan kue tradisional senusantara. Karena di Kalimantan Timur ongol-ongol dijadikan sebagai kue khas daerah, apalagi di wilayah Jakarta a.k.a Betawi sangat melimpah ruah. Entah apa arti dari ongol-ongol sendiri, namun katanya menurut orang Betawi ongol-ongol itu artinya undur-undur (binatang yang berjalan mundur).

Ada beberapa versi untuk bahan baku ongol-ongol ini diantaranya singkong, sagu, tapioka atau hun kwe. Kali ini ongol-ongol yang saya buat berbahan dasar singkong dan merupakan resep dari Teh Ricke Indriani. Namun sedikit  berbeda dari tampilan saja, kali ini saya bentuk bulat-bulat kemudian ditusuk dengan tusukan sate.

 

Lapis Singkong (Ongol-ongol)

By Ricke Indriani

Bahan:
1 kg singkong (aku menggunakan basis berat bersih setelah dikupas), parut atau haluskan dengan chopper
350 ml santan sedang (aku pakai 200 ml santan kental instant ditambah air 150 ml)
200 gram gula pasir
1 bungkus agar-agar bubuk putih
1/4 sdt vanili bubuk
Pewarna makanan hijau dan merah (aku pakai pasta pandan dan pasta cocopandan biar ada rasanya juga)

Taburan:
100 gram kelapa parut setengah tua
1/4 sdt garam
1/4 sdt vanili bubuk
—> Semua bahan dicampur jadi satu dan kukus selama 10 menit

Cara membuat:

  1. Siapkan kukusan dan didihkan air. Bungkus tutup kukusan dengan serbet.
    Siapkan loyang, olesi dengan minyak goreng, alasi dasarnya dengan plastik tahan panas food grade dan olesi lagi. Sisihkan
  2. Peras air singkong tapi jangan sampai singkongnya jadi kering, buang airnya. Sisihkan parutan singkong.
  3. Dalam wadah/baskom, campur rata gula pasir dan agar-agar bubuk. Masukkan santan. Aduk rata.
  4. Masukkan singkong parut dan vanili bubuk. Aduk rata.
  5. Bagi adonan menjadi 3 bagian sama rata. Satu bagian diberi pewarna hijau (aku pasta pandan), satu bagian lagi diberi pewarna merah (aku pasta cocopandan) dan sisanya biarkan putih.
  6. Tuang adonan hijau dalam loyang. Kukus 20 menit hingga matang. Tuang lagi adonan putih, kukus lagi 20 menit. Terakhir tuang adonan merah dan kukus 30 menit hingga matang.
  7. Angkat dan biarkan dalam loyang hingga benar-benar dingin.
  8. Keluarkan kue dari loyang, potong-potong dan balut dengan kelapa parut kukus.

Tips:

  • Jangan mengeluarkan kue dari loyang selagi masih panas karena kue masih lembek dan belum kokoh, nanti hancur.
  • Agar memotongnya rapi dan tidak lengket di pisau, bungkus pisau dengan plastik (aku pakai plastik bening) baru gunakan pisau untuk memotong.

 

Salam dasawarsa NCC,

Eva Na

Advertisements