Ubimbap oleh Endang Uban

Tidak tahu harus membuat apa, tiba-tiba ingat masakan Korea yang namanya Bibimbap. Kayaknya enak kalau libur dan capek di rumah dinas lalu makan nasi campur seperti itu. Tapi demi KPLWeek, jadilah dibuat dari singkong yang di Waikabubak disebut Ubi.

 

Ubimbap

Bahan Utama :

500 gram Ubi kayu / singkong.

Cara membuat :

• Direbus hingga matang dan cukup empuk. Lalu dicincang, bisa dengan food processor atau blender, asal hancur saja tidak sampai halus.

• Masak lagi cincangan ubi kayu dengan diberi santan kurang lebih 1500ml dan garam kurang lebih 1/2 sendok teh. Masak sampai cairan menyusut dan menjadi bubur. Sisihkan.

Topping dan pelengkap :

1. Tumis bunga pepaya :

1 ikat Bunga pepaya, cuci, rebus dan buang air rebusannya beberapa kali sampai berkurang kadar pahitnya sesuai yang diinginkan.
100 gram Daging ayam suwir Cabe rawit sesuai selera iris serong.
5 buah Cabe merah iris serong.
5 siung besar Bawang merah, iris halus.
3 siung Bawang putih , iris halus.
2 lembar Daun salam
Seruas jempol lengkuas , memarkan.
Minyak untuk menumis.

Cara:

– tuang minyak 2 sendok sayur, panaskan, masukkan bawang putih dan tumis hingga harum. Masukkan bawang merah, cabe rawit dan cabe merah, daun salam dan lengkuas, tumis sampai harum.
– masukkan ayam suwir, aduk rata. Beri gula, garam, merica dan 2 sendok makan kecap manis. Aduk rata.
– masukkan bunga pepaya, aduk rata dan masak hingga matang. Angkat.

2. Telur mata sapi.
Goreng telur di atas teflon dengan api kecil, tutup agar matang bagian atasnya sampai tingkat kematangan yang diinginkan.

3. Abon ikan peda, beli jadi.

4. Sambel luat khas Nusa Tenggara Timur

yang terbuat dari : cabe, jeruk, daun sipa, daun selasi dan garam.
Atau bisa juga dengan sambel bajak.

5. Taburan daun bawang.

Hidangkan dengan disusun:

bubur ubi kayu, beri topping di tengahnya telur mata sapi. Lalu di sekelilingnya tata tumis bunga pepaya, abon ikan, sambel luat dan taburi irisan daun bawang.

Disantap selagi hangat, terlebih lagi dengan telur mata sapi yang tiga perempat matang rasanya begitu menyatu. Benar-benar bisa dinikmati ubimbap ini hingga kenyang sampai suapan terakhir. Dan tidak ingat lagi bahwa kita bukan sedang makan nasi. Tekstur ubi kayu yang dibiarkan masih berupa cincangan kasar tetapi lembut karena dimasak dengan santan juga memberikan sensasi tersendiri di setiap suapan.

Advertisements