Category Archives: Pangan Lokal

Ikan Acar Kuning oleh Dame Tobing

Sebagai penutup hari ini saya mempersembahkan sajian dari ikan bunda, kita tau bahwa ikan mempunyai kandungan gizi yang sangat banyak dan merupakan sumber protein yang sangat tinggi. Jenis lemak di dalam ikan (asam linoleat) setelah melalui proses metabolisme dalam tubuh manusia akan menghasilkan asam lemak yang kemudian dikenal dengan nama omega 3.
Omega 3 yang terdapat pada ikan mencegah penyakit jantung dan penyakit degeneratif lainnya. Bahkan ada indikasi masyarakat yang gemar mengkonsumsi ikan memiliki umur harapan hidup rata-rata lebih panjang daripada masyarakat yang kurang mengkonsumsi ikan.
Indonesia kaya akan hasil lautnya, jadi kita patut bangga dan bisa memanfaatkan kekayaan itu dengan sebaik-baiknya, sebagai contoh produksi ikan bisa mendukung ketahanan pangan Indonesia di tengah ancaman krisis pangan saat ini. Jadi kita tidak perlu lagi bergantung pada daging yang selama ini seolah menjadi patokan untuk ketahanan pangan.
Olehnya karena itu untuk mendukung ketahanan pangan nasional, mari kita bersama-sama meningkatkan konsumsi ikan dalam keseharian kita.

 

Ikan Acar Kuning

oleh Dame Tobing

Bahan :

500gr Ikan segar (terserah jenis apa)
2 potong jeruk nipis
5 buah tomat, parut halus
5 buah cabai merah, iris serong
10 buah cabai rawit utuh
6 buah bawang merah, potong kotak
2 siung bawang putih, kepret
1 batang daun bawang, iris serong
2 lembar daun jeruk
1 batang sereh, ambil putihnya saja, memarkan
Garam & gula secukupnya

Bumbu halus :
4cm kunyit
8 butir kemiri
(kunyit & kemiri digoreng sebentar baru dihaluskan)

Cara membuat :

-Bersihkan ikan, lumuri dengan air jeruk nipis dan sedikit garam.
-Panaskan minyak, dan goreng ikan hingga kecoklatan, angkat dan sisihkan
-Panaskan 2sdm minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum lalu masukkan bumbu halus, aduk rata lalu masukkan tomat, daun jeruk, sereh, cabai merah dan rawit, tumis terus hingga matang, terakhir masukkan bawang merah dan bawang sop, aduk sebentar aja, angkat.
-Susun ikan dipiring lalu siram bumbu kuning diatas ikan, sajikan.

Advertisements

Kalio Jengkol Kerang oleh Dame Tobing

Kali ini saya coba ikut sertakan sibuah kecil yang lezat yang membuat hampir smua orang mabuk kepayang. Buah yang memiliki aroma khas ini tak jarang dijadikan lalapan bahkan sayur favorit bagi masyarakat indonesia. Disamping enak tentunya jengkol memiliki kandungan vitamin yang baik buat tubuh seperti Protein, Zat Besi, Kalsium dan Fosfor yang bagus buat mencegah pengeroposan tulang dan gigi.
Dari beberapa manfaat jengkol, maka penggemar makanan ini bisa sedikit tersenyum. Jengkol memang makanan kontradiktif yang bernilai gizi tinggi sekaligus mengganggu lingkungan dengan baunya. Bau tak sedap pada jengkol ini berasal dari sulfur yang terkandung dalam asam amino. Saat dikunyah, jengkol akan menjadi komponen kecil yang menyebarkan bau tak sedap.

 

Kalio Jengkol Kerang

oleh Dame Tobing

Bahan :

20 biji jengkol agak tua
300gr kerang kupas
500ml santan kental
500ml santan encer
5cm lengkuas, memarkan
1 tangkai sereh, memarkan dan ikat
5 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk
Garam secukupnya

Bumbu halus :

4 siung bawang putih
8 buah bawang merah
10 biji cabai merah
5cm kunyit
2cm jahe
1sdm ketumbar

Cara membuat :

-Kupas jengkol, belah 2 dan rebus hingga setengah matang, angkat dan memarkan seadanya, jangan sampai hancur.
-Tumis bumbu halus hingga harum, masukkan daun salam, daun jeruk, lengkuas dan sereh, tumis lg.
-Masukkan santan encer, kerang dan jengkol, aduk2 terus santannya hingga mendidih, jangan sampai santan pecah.
-Setelah air agak menyusut sedikit lalu masukkan santan kental, aduk terus, jangan lupa masukkan garamnya.
-Setelah air agak berkurang dan sudah mulai mengeluarkan minyak, angkat dan siap disajikan.

Tumis Ikan Asin Jambal oleh Alfa Khasanah

Mau Laporan lagi
kali ini aku masak dengan menu ala penduduk tempatku tinggal
Menu ini biasanya disajikan saat makan siang.
Menu simple tapi bikin nambah terussssss hihihihi

 

Tumis Ikan Asin Jambal

Bahan

250 g Ikan jambal(cuci bersih agar ga terlalu asin saat dimasak),potong kecil-kecil atau bias disuwir-suwir
1 buah bawang Bombay iris tipis
2 suing bawang putih iris tipis
5 cabe rawit (kl mau pedas boleh ditambah)iris tipis
2 buah tomat iris kecil2
3 sdm minyak sayur buat menumis

Pelengkap

Talas rebus sebagai pelengkap(bias juga diganti dengan singkong rebus atau ubi rebus)

Cara membuatnya

1. Tumis semua bumbu iris kecuali tomat,sampai layu dan harum
2.Masukkan ikan asin aduk rata,tumis hingga matang.(aku tidak pakai garam lagi).
3.Masukkan irisan tomat,aduk rata sebentar.
4.matikan api,angkat taruh diwadah
5.Siap untuk disajikan dengan bahan pelengkapnya

Lobak Puyuh Saos Tiram oleh Dame Tobing

Hari ini saya setor resep berbahan dasar lobak ya bunda,,,,
Yukk langsung aja,,,semoga bermanfaat 🙂

Lobak Puyuh Saos Tiram

Bahan :

250gr lobak putih, potong kotak memanjang
10 butir telur puyuh
3 butir bawang merah, iris tipis
2 siung bawang putih, iris tipis
1cm jahe, iris tipis
2 buah cabai merah, iris serong
2sdm saos tiram
1sdm biji wijen
Garam dan gula secukupnya
Minyak buat menumis

Cara membuat :

-Panaskan 2sdm minyak goreng, tumis bawang putih dan merah sampai harum, lalu masukkan jahe dan cabai merah tumis sebentar.
-Lalu masukkan lobak putih dan telur puyuh, tumis terus dan masukkan saos tiram juga garam dan gula secukupnya, aduk rata sampai lobak matang.
-Terakhir taburkan biji wijen, aduk rata, angkat.

Sup Keribang oleh Rika Oktianti

Adakah yang mengenal apa itu keribang? Keribang nama latinnya Dioscorea alata L. sin. D. atropurpurea Roxb., D. purpurea Roxb., D. sativa Del. Sekilas, keribang itu mirip dengan ubi ungu, tetapi kalau diperhatikan lebih teliti, sangat berbeda. Dari segi fisik, keribang itu berakar dan akarnya menempel di umbi, kalau ubi ungu permukaan umbinya mulus. Keribang kulitnya berwarna ungu cerah seperti buah naga merah, kalau ubi ungu berwarna ungu muda. Jika dipotong, keribang bergetah dan berlendir, sedangkan ubi ungu tidak bergetah. Bagian dalam keribang ada yang berwarna putih dan ungu cerah, sedangkan ubi ungu berwarna ungu muda.

Dulu saya kira keribang itu sama dengan ubi ungu. Pas dibeli pun saya masih ngotot bahwa keribang sama dengan ubi ungu. Ketika saya bersihkan dan potong-potong saya baru tersadar bahwa keribang dan ubi ungu betul betul berbeda. Akhirnya curhat dengan teman masalah keribang ini. Saya pun diceritakan bahwa keribang itu sering dimakan oleh Masyarakat Tionghoa yang ada di Pontianak. Saya pun diajarin oleh tetangga di sebelah toko bagaimana memasak keribang ini.

Ternyata keribang dijadikan sup itu enak lho. Getah yang ada pada keribang jangan dibuang, dibiarkan saja. Getah itu yang akan membuat sup menjadi kental. Mirip seperti sup yang menggunakan maizena, padahal sup ini tanpa maizena.

Sup Keribang

Bahan:

6 siung bawang merah, haluskan
3 siung bawang putih, haluskan
200 gram keribang, bersihkan, potong dadu
400 ml air
30 gram ikan teri, rendam, tiriskan
Garam secukupnya
Merica secukupnya

Cara Membuat:

– Tumis bawang merah dan bawang putih dengan sedikit minyak hingga harum.
– Masukkan keribang dan air, masak hingga keribang lunak, tambahkan air jika perlu.
– Masukkan teri, garam dan merica, masak hingga matang dan air menyusut.
– Sajikan.

Gulai Pakis Ikan Salai oleh Dame Tobing

Sebelumnya saya bercerita dulu tentang sayur pakis yang sering kita temukan di perkampungan dan pasar tradisional. Pakis merupakan sayur lokal yang jarang dilirik dan dikonsumsi karna mungkin langka dan jarang ditemukan diperkotaan sehingga kurang dikenal oleh masyarakat. Padahal sayur pakis merupakan sayur yang banyak mengandung nutrisi dan vitamin, salah satunya mengandung Omega 3 dan Omega 6 yang bagus buat otak dan bisa mencegah kepikunan. Juga tinggi vitamin C yang berfungsi sebagai antioksidan bagi tubuh.
Selain ditumis pakis juga sering dimasak santan atau gulai, dalam mengolahnya pakis jangan terlalu lama dimasak dan mencucinya pun jangan direndam terlalu lama, cukup dgn air mengalir saja agar nutrisi yang terkandung dalam pakis tidak terbuang. Disini saya coba masak dengan dipadu dengan ikan salai yang juga termasuk pangan lokal kita, ikan asap ini sangat khas dengan aromanya dan tentunya kaya akan protein dan vitamin lainnya.
Baiklah bunda smua, ini saya persembahkan resep gulai yang sering dihidangkan dalam keluarga saya.

Gulai Pakis Ikan Salai

Bahan:

400gr pakis muda yang sudah bersih
200gr ikan salai lele/baung, rendam air hangat 5menit, angkat dan tiriskan.
1 liter santan dari 1/2 butir kelapa
3 cm lengkuas, memarkan
3 lembar daun salam
3 lembar daun jeruk purut
2 batang serai, memarkan

Bumbu halus :

4 buah cabai merah
4 siung bawang putih
6 butir bawang merah
4 cm kunyit
2 cm jahe
Garam dan gula secukupnya penyedap bila suka

Cara membuat:

-Masak santan bersama bumbu halus, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk dengan api sedang hingga mendidih, diaduk terus agar santan tidak pecah.
-Masukkan ikan salai dan diaduk terus hingga ikan agak matang kurleb 10menit, jangan lupa masukkan garam dan gula secukupnya, lalu masukkan pakis aduk terus selama kurang lebih 5menit pakis matang, angkat.
-Siap disajikan.

Ubimbap oleh Endang Uban

Tidak tahu harus membuat apa, tiba-tiba ingat masakan Korea yang namanya Bibimbap. Kayaknya enak kalau libur dan capek di rumah dinas lalu makan nasi campur seperti itu. Tapi demi KPLWeek, jadilah dibuat dari singkong yang di Waikabubak disebut Ubi.

 

Ubimbap

Bahan Utama :

500 gram Ubi kayu / singkong.

Cara membuat :

• Direbus hingga matang dan cukup empuk. Lalu dicincang, bisa dengan food processor atau blender, asal hancur saja tidak sampai halus.

• Masak lagi cincangan ubi kayu dengan diberi santan kurang lebih 1500ml dan garam kurang lebih 1/2 sendok teh. Masak sampai cairan menyusut dan menjadi bubur. Sisihkan.

Topping dan pelengkap :

1. Tumis bunga pepaya :

1 ikat Bunga pepaya, cuci, rebus dan buang air rebusannya beberapa kali sampai berkurang kadar pahitnya sesuai yang diinginkan.
100 gram Daging ayam suwir Cabe rawit sesuai selera iris serong.
5 buah Cabe merah iris serong.
5 siung besar Bawang merah, iris halus.
3 siung Bawang putih , iris halus.
2 lembar Daun salam
Seruas jempol lengkuas , memarkan.
Minyak untuk menumis.

Cara:

– tuang minyak 2 sendok sayur, panaskan, masukkan bawang putih dan tumis hingga harum. Masukkan bawang merah, cabe rawit dan cabe merah, daun salam dan lengkuas, tumis sampai harum.
– masukkan ayam suwir, aduk rata. Beri gula, garam, merica dan 2 sendok makan kecap manis. Aduk rata.
– masukkan bunga pepaya, aduk rata dan masak hingga matang. Angkat.

2. Telur mata sapi.
Goreng telur di atas teflon dengan api kecil, tutup agar matang bagian atasnya sampai tingkat kematangan yang diinginkan.

3. Abon ikan peda, beli jadi.

4. Sambel luat khas Nusa Tenggara Timur

yang terbuat dari : cabe, jeruk, daun sipa, daun selasi dan garam.
Atau bisa juga dengan sambel bajak.

5. Taburan daun bawang.

Hidangkan dengan disusun:

bubur ubi kayu, beri topping di tengahnya telur mata sapi. Lalu di sekelilingnya tata tumis bunga pepaya, abon ikan, sambel luat dan taburi irisan daun bawang.

Disantap selagi hangat, terlebih lagi dengan telur mata sapi yang tiga perempat matang rasanya begitu menyatu. Benar-benar bisa dinikmati ubimbap ini hingga kenyang sampai suapan terakhir. Dan tidak ingat lagi bahwa kita bukan sedang makan nasi. Tekstur ubi kayu yang dibiarkan masih berupa cincangan kasar tetapi lembut karena dimasak dengan santan juga memberikan sensasi tersendiri di setiap suapan.