Tag Archives: Talas

Talam Talas oleh Nova Rilandari

 

Talam Talas

Kali ini mengolah salah satu bahan pangan lokal yaitu talas. Kebetulan sekali saat pergi ke pasar ada salah satu penjual yang menjual talas walaupun tidak banyak. Umbinya cukup besar jadi bisa diolah macam-macam makanan, salah satunya adalah kue talam.
Biasanya kue talam terbuat dari jagung atau ubi. Naah…kali ini dibuat dari talas, jadi penasaran juga gimana rasanya? Yuks intip-intip resepnya.

Bahan :
200 gr talas
100 gr tepung beras
1 sdm tepung sagu
400 ml santan
3 sdm gula pasir
1/4 sdt garam

Topping :
Abon secukupnya
Cabe merah, potong bulat

Cara membuat :
– Kupas dan kukus talas hingga empuk, lalu haluskan.
– Campurkan talas dengan bahan lainnya. Aduk hingga tercampur rata.
– Tuangkan ke dalam cetakan talam hingga penuh.
– Kukus selama 20 menit hingga matang.
– Angkat dan dinginkan. Keluarkan dari cetakan dan beri topping atasnya. Sajikan.

Rasanya nggak kalah enaknya dengan kue talam dari bahan lainnya.

Advertisements

Kue Sus Talas Ungu oleh Dame Tobing

 

Kue Sus Talas Ungu

Kali ini saya coba buat kue susnya hampir pure menggunakan talas, baik kue sus juga vlanya. Pertama sempat ragu bakal sukses, secara buat kue sus rada susah gampang bunda, apalagi harus bereksperimen menggunakan talas tanpa tepung terigu. Tapi dugaan saya meleset setelah melihat adonan dalam oven bisa ngembang dengan sempurna 🙂 meski dipanggangan pertama saya sempat tidak sabar membuka oven tuk ngecek dan akhirnya kue susnya sedikit turun dan mengkerut, tapi panggangan selanjutnya bisa matang sempurna dengan bentuk yang kokoh dan kopong dalamnya pun sempurna.
Sedikit tips juga dalam mengupas talas dan ketika dimakan agar tidak gatal yaitu kupaslah talas dari atas kebawah namun jangan memotong pangkal batangnya agar bisa jadi pegangan ketika dikupas. Dan setelah dikupas, potong2lah talas, cuci bersih menggunakan sarung tangan, setelah bersih tabur dgn garam dan lumuri dengan rata, diamkan slama 20menit, lalu cuci bersih lg. Siap diolah sesuai selera.
Selamat mencoba bunda…

Bahan kue sus :
150gr talas kukus (haluskan)
150ml air
50gr margarin
1sdm gula pasir
1sdm maizena
2btr telur
1/4sdt BS
1/4sdt BP

Bahan vla :
200gr talas kukus (haluskan)
300ml susu cair
2 kuning telur
2sdm maizena
100gr gula pasir
1sdm margarin
1/2sdt vanilli
2tetes pewarna ungu
Cara membuat :
-Kue sus : campur talas halus, maizena, air, gula pasir dan margarin, aduk hingga rata lalu masak dengan api sedang sampai mendidih dan meletup2, angkat dan sisihkan hingga hangat2 kuku.
-Masukkan telur satu persatu sambil dimixer/aduk hingga rata, trakhir masukkan BS dan BP aduk rata lg
-Siapkan piping bag dan masukkan adonan kedalamnya, lubangi ujung kantong dengan diameter 1cm.
-Cetak adonan diatas loyang yg sudah dioles mentega dan ditabur tipis dengan tepung.
-Panggang dirak tengah dengan suhu tinggi sekitar 200¤C kurang lebih 20-25 menit.
-Angkat kue sus yang sudah kecoklatan dan matang, sisihkan sebelum diberi isian.
-Vla : campur talas halus, susu 250ml, gula, vanilli dan margarin lalu masak dengan api sedang hingga smua bahan larut
-Lalu masukkan campuran 50ml susu, maizena, kuning telur yg sudah diaduk rata, masak terus dengan api sedang hingga meletup2, masukkan pewarna dan aduk rata terus, angkat dan tunggu hingga hangat suam suam kuku.
-Belah kue sus dan masukkan isian vla talas ungunya, siap dihidangkan.
Tips : jangan sekali2 membuka pintu oven hingga waktu yang ditentukan, agar kue sus tidak turun dan mengkerut.

Happy Cooking

Sayur Pelepah Talas

Sayur pelepah talas atau sayur lompong atau sayur keladi, berawal dari tugas sekolah anak sulung yang diminta membawa kulub talas (talas rebus). Saya yang baru menetap di Bogor belum begitu familiar dengan Talas ini. Kemudian kami sekeluarga mencari umbi Talas ini disekitar Sukasari Bogor. Ternyata dijual beserta pelepahnya. Kata suami, pelepahnya bisa dibikin sayur, ibu mertua (almarhumah) dulu suka bikin waktu suami masih kecil. Berbekal penjelasan dari suami, dibuatlah sayur pelepah talas sebagai obat rindu suami terhadap masakan Ibunya.

Resep : Laora Ratna Anantaningtyas

 Bahan
Pelepah Talas dari 2 buah umbi Talas, cuci, kupas kulit luarnya dan potong dadu tipis
Cabe merah 10 buah
Cabe ijo 3 buah
Bawang merah 6 siung
Bawang putih 4 siung
Santan
Garam
Daun Salam, Laos

Cara Membuat:

  1. Iris tipis cabe merah, cabe ijo, bawang merah dan bawang putih. Tumis hingga harum
  2. Masukkan pelepah talas yang sudah dipotong-potong, aduk sebentar hingga bercampur dengan bumbu
  3. Tambahkan air secukupnya
  4. Masukkan salam dan laos
  5. Masak hingga air mendidih, tambahkan garam dan santan
  6. Masak hingga kuah santan menyusut
  7. Siap dihidangkan

Cocok disajikan dengan nasi hangat dan tempe goreng atau telor dadar. Kata suami, sayur ini lebih enak daripada terong yang dimasak serupa. Pelepah talas sendiri jarang dimanfaatkan atau diolah, padahal bisa jadi olahan yang enak dan sehat. Selamat mencoba 🙂

Perkedel Talas by Djeng Kamto

Perkedel Talas

Dear Host Yang Bersemangatt dan NCCers yang tercinta
Untuk memeriahkan NCC Pangan Lokal Week, kembali saya kirimkan satu karya saya yang sederhana namun cukup menggugah selera:)

Siang ini saya kirimkan resep perkedel talas. Oh ya sebenarnya saya sedang dalam kebimbangan yang mendalam:) apakah karya saya ini cocok diberikan nama perkedel, ataukan kroket ? Hi hi entahlah saya juga nggak cukup mengerti apa nama yang lebih cocok diberikan, karena memang mirip.Yang jelas kalau perkedel aseli Indonesia, sedangkan kalau kroket agak ke Belanda Belandaan.

Perkedel Talas ini terbuat (atau terbikin ? apa yaa bahasa yang pas ??) berawal dari ketidak sengajaan saya saat mencoba membuat sebuah karya dari bahan talas dan telur, namun gagal. Akhirnya hi hi hi daripada terbuang sia sia …hmm saya coba membuat perkedel talas ini. Ternyata hasil nya enaakkk, paduan rasa gurih , dan “medhuk” (Apa yaa Bahasa Indonesianya medhuk??Mungkin rasa bertepung gitu yaa) berbaur dengan harum seledri, dan merica serta bawang merah.

Talas didesa saya di Jawa Timur sering  disebut “Enthik” atau  “Mbothe/Nggothe (baca huruf e nya kayak pada lafal e pada kata enak). Talas ini berbeda dengan Bentoel yaa, meski mungkin masih satu rumpun (CMIIW). Talas kurang diminati oleh anak anak, atau generasi muda karena rasanya yang gurih ringan cenderung tawar.. Mungkin ubi ungu atau singkong lebih mendapatkan tempat dihati masyarakat dibanding talas. Entahlah, mungkin karena rasanya yang tidak ngalor tidak ngidul:)). Di desa dalam keseharian,  talas biasa disajikan dengan cara dikukus begitu saja dengan penambahan sedikit garam

Saat ini talas masih banyak dijual dipasar tradisional , pembelinya mungkin generasi generasi “sepuh”/tua yang tengah berdiet, atau orang orang yang memerlukannya sebagai ubo rampe (kelengkapan) ritual tertentu (berkaitan dengan beberapa kepercayaan yang menyertakan umbi umbian/polo pendhem (Bahasa Jawa)  dalam sajian nasi tumpeng untuk peletakan batu pertama dalam pendirian bangunan). Psssttt….Saya termasuk generasi tanggung uhmm…he he muda banget engga, tua banget juga belum hi hi GR…..yang sebenarnya juga kurang suka dengan si talas ini . Berkat adanya NCC Pangan Lokal Week ini akhir nya jadi pingin tahu juga gimana jadinya kalau talas ini dijadikan bahan olahan.

Yuk kita mulai yaa membuat Perkedel Talas :

Bahan :

125 gram talas yang telah dikukus, haluskan

Telur 1 butir

Seledri iris tipis 1 batang

Tepung sagu tani kurang lebih 1 sdm (atau pakai kira kira agar nanti adonan mudah untuk dipulung/dibulatkan)

Tepung panir secukupnya (bila suka)

Bumbu (diulek/dihaluskan):

Garam 1 sdt

Merica halus ½ sdt

Gula (bila suka) ½ sdt – (Saya suka masakan yang cenderung agak manisJ)

1 siung bawang putih & 2 siung bawang merah (digoreng utuh)

Penyedap rasa bila suka

Cara Pembuatan :

  1. Haluskan (diulek) talas kukus segera saat hangat
  2. Campurkan dengan bumbu, kemudian telur dan daun seledri hingga rata
  3. Campurkan dengan tepung sagu tani hingga rata mudah untuk dipulung
  4. Gulingkan diatas tepung panir
  5. Goreng didalam minyak yang telah dipanaskan, dengan api sedang
  6. Siap disajikan dengan cabai rawit atau saus sambal

Begitu perkedel ini matang, saya baru kepikiran, kenapa tadi nggak pakai tambahan daging cincang apa keju yaa he he pasti rasanya lebih uenakkkk.

Perkedel talas ini mungkin bisa disajikan sebagai snack/kudapan, untuk orang orang/anak anak berkebutuhan khusus yang membatasi asupan gluten (mungkin bisa dibilang nyaris bebas gluten/almost gluten free yaa). Penggunaan tepung panir bisa diskip bila diperlukan. (CMIIW)

Oh ya ngomong ngomong sambil menikmati gorengan ini saya juga baru nyadar, kalau perkedel ini bisa dijadikan pelengkap tumpeng (yang biasa saya juall hi hi hi dasar bakul tetepp aja jualann pikirannya). Ini tentu jauh lebih ekonomis dibanding perkedel kentang. Coba kita bayangkan kentang saat ini ditempat saya dijual Rp. 14.000,- per kilo, sedangkan talas ini dijual cuma Rp. 5.000, -…wow bedanya cukup fantastis bukan J. Rasa perkedel talas ini menurut saya yaaa dua belas tiga belaslah dengan perkedel kentang, beti alias beda tipis.

Beneran dech bahan talas ini sangat layak untuk dipertimbangkan keberadaannya. Daripada kita impor kentang, lha mendingan kita kembangkan saja tho budidaya talas ini. Sudah harganya lebih murah, saya yakin budidaya nya pun tidak lebih sulit dibandingkan kentang. Ntar kita usulkan yaa pada pemerintah  (halahhhh hi hihi)

Yang masih penasaran dengan si perkedel talas ini buruan yaa resepnya dicoba dirumah masing masing, mumpung keberadaan talas belum menjadi barang langka. Semoga resepnya bermanfaat yaaaa…